Tradisi "Rewang" yang mulai meredup diera modernisasi

Istilah rewang biasa dikenal di perkampungam utamanya di jawa bagian timur. Saat ada hajatan di kampung baik hajatan khitanan ataupun ngunduh mantu. 

Rewang merupakan salah satu cerminan kerukunan. Tradisi rewang menjadi momen kesadaran sosial untuk meringankan beban orang lain, untuk bersosialisai, dan menjaga hubungan baik antarwarga kampung. 

Pada umumnya sebelum hajatan dimulai, jauh-jauh hari pemilik hajat datang  kerumah rumah tetangga meminta doa restu sekaligus meminta para tetangga untuk rewang saat hajatan berlangsung. Tradisi orang yang punya hajat berkunjung ke tetangga sebelum hajatan digelar disebut dengan istilah kampung adalah "atur-atur". 

Tradisi rewang tidak hanya dilakukan dalam bentuk tenaga namun bisa dalam memberikan sembako yang sekiranya dibutuhkan dalam proses hajatan. 

Meski pada awalnya rewang menjadi tradisi yang sangat populer, namun saat ini masyarakat tidak sedikit yang lebih memilih menggunakan jasa wedding organizer (WO) yang tentunya memiliki biaya yang cukup mahal. Hal ini karena adanya prestis atau alasan lebih praktis dan elegan.

Rewang selain memiliki makna yang mendalam, rewang juga memiliki makna  yang mana salah satunya untuk menjaga kerukunan antarmasyarakat karena dalam tradisi rewang terdapat aktivitas yang mengharuskan masyarakat saling bersosialisasi dan berkomunikasi satu sama lain yang secara tidak langsung menumbuhkan kerukunan antar masyarakat.


Anda readers lebih memilih suka tradisi rewang atau pakai WO? 

Salam santun (DW) 

Comments